Tablet Dengan Layar Besar 6.8 Inchi

Lenovo belum lama ini merilis Phab Plus, perangkat yang menggabungkan fungsi smartphone dan tablet. Akibatnya, ponsel super jumbo lahir dalam bentuk phablet. Apa yang lebih baik?

Dilansir dari laman ets2indo.com melalui media sosial, Unit Bisnis Tablet GM & VP Lenovo, memiliki alasannya sendiri ketika memperkenalkan Phab Plus yang memiliki ukuran 6,8 inci. Faktanya, phablet ini hanya 0,2 inci berbeda untuk definisi tablet yang biasanya setidaknya 7 inci.

“Konsep ini menggabungkan fungsi tablet dan smartphone yang menghibur yang memiliki portabilitas tinggi,” kata Meredith dalam sesi wawancara selama acara IFA 201, di Berlin, Jerman.

Dia menyebutkan bahwa pengguna umumnya tidak lagi menggunakan smartphone sebagai perangkat untuk Halo-Halo. Bahkan jika seseorang melakukan panggilan telepon, itu hanya 7%. Sisanya, 18% pengguna lebih suka menonton video, dan 13% media sosial.

Aktivitas ini umumnya lebih nyaman menikmati di layar lebar. Selain itu, Lanjutan Meredith, untuk ukuran telapak tangan Asia umumnya phablet lebih nyaman untuk dipegang daripada tablet.

“Anda tidak akan merasa sulit seperti saat memegang tablet dan dapat dioperasikan dengan satu tangan. Bahkan untuk mengaktifkan layar, buka kunci layar dapat dilakukan dengan mengetuk layar dua kali,” jelasnya.

Phab Plus sendiri dilengkapi dengan dua kamera dengan resolusi yang cukup tinggi. Ponsel ini juga didedikasikan untuk selfie. Tidak perlu khawatir tentang kondisi cahaya rendah, karena dua flash LED siap membantu meningkatkan cahaya.

Perangkat ini dengan konsep Unibodi bergantung pada chipset Qualcomm, seri Snapdragon 615 yang memiliki konfigurasi inti octa. Memori internal tersedia dalam satu jenis, 32 GB dengan 2 GB RAM. Di sisi audio, Lenovo menyematkan teknologi mesin Dolby Atmos.

Catu daya diperoleh dari kapasitas baterai 3.500 mAh. Lenovo mengklaim baterai ini siap berdiri selama 20 hari. Harga yang ditawarkan untuk satu unit perangkat dengan Android Lollipop OS adalah USD 299 atau sekitar RP. 4 juta.

Alasan terakhir yang membuat Lenovo berani memasarkan ponsel super jumbo ini, tentu saja, dari sisi bisnis. Meredith mengatakan, produk ini sendiri lahir dari penelitian yang menyatakan bahwa penjualan phablet telah meningkat dengan cepat menjadi 148% dalam setahun terakhir.

zukiungu