Review Xiaomi Mi 10T

Kehadiran Mi 10T di Indonesia menjadi salah satu kejutan Xiaomi bagi masyarakat yang sudah menginginkan ponsel dengan chipset unggulan, namun dengan harga yang terjangkau.

Tak hanya itu, Xiaomi Mi 10T memiliki dukungan multi kamera yang memungkinkan pengguna mengambil foto secara kreatif. Selain itu, layar mengikuti tren terkini dengan menggunakan desain yang lengkap.

Cari info yuk untuk aplikasi yang menghasilkan uang, Anda bisa mendapatkan infonya di gadget story (silahkan bisa klik pada tautan tersebut).

Mulai dari depan, Anda bisa melihat layar berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD + (2400 x 1080 piksel) dan teknologi IPS LCD yang mampu menampilkan konten dengan baik. Selain itu, layarnya memiliki desain yang lengkap dengan bezel yang kecil sehingga saya bisa bermain game, menonton video, dan melihat foto dengan leluasa.

Tak mau kalah, Xiaomi memasang refresh rate hingga 144 Hz pada ponsel ini agar layarnya bisa menampilkan transisi antar menu atau aplikasi dan animasi di dalam game tampak hebat.

Saat melakukan navigasi untuk memindahkan menu atau aplikasi, saya merasa gerakan yang ditampilkan di layar sangat menyenangkan. Di bagian pengaturan, terdapat tiga mode refresh rate di layar yang bisa dipilih, seperti 144Hz, 90Hz, dan 60Hz.

Terdapat pula fitur Adaptive Sync pada Xiaomi Mi 10T yang secara otomatis dapat menentukan refresh rate terbaik dari 30Hz hingga 144Hz tergantung tugas dan fungsi yang digunakan, mulai dari menonton video, bermain game, melihat foto, mengerjakan dokumen, dan lainnya. Fitur ini dapat membuat konsumsi baterai lebih hemat.

Corning Gorilla Glass 5 juga dipasang di bagian depan dan belakang ponsel ini. Jika bagian depan digunakan untuk meminimalkan goresan, maka bagian belakang digunakan untuk mempercantik desain dan membuat bodi belakang tidak cepat kotor.

Sayangnya menggunakan Corning Gorilla Glass 5, justru membuat Xiaomi Mi 10T terasa licin saat digenggam dengan satu tangan. Untuk itu, saya langsung membubuhkan softcase tambahan pada paket penjualannya.

Xiaomi Mi 10T sendiri memiliki dua tipe warna yaitu Cosmic Black atau Lunar Silver. Saya kebetulan membuat review ponsel tentang warna Lunar Silver. Menurut saya, warna ini terlihat elegan secara tampilan biasa, apalagi jika terdapat shadow yang terang.

Meski warna bodi belakangnya terlihat bagus, dengan lebar 9.3mm dan bobot 216 gram, Xiaomi Mi 10T terasa tebal dan berat saat digenggam dengan satu tangan. Apalagi jika menggunakan softcase, perangkat ini akan menjadi lebih berat.

Beranjak ke bawah, terdapat lubang speaker, mikrofon, port USB Type-C, dan SIM-Tray yang berisi dua slot kartu SIM nano-SIM. Sedangkan di bagian kanan terdapat tombol volume dan power yang tersusun vertikal.

Di bagian atas adalah lubang keluaran speaker, mikrofon dan sensor infra merah. Menariknya, sensor infra merah ini menjadikan Xiaomi Mi 10T sebagai remote control untuk perangkat elektronik seperti TV, set-top box, AC, proyektor, dan lainnya.

Sayangnya port jack audio 3.5mm tidak tersedia di ponsel ini sehingga kami tidak bisa langsung menghubungkan earphone atau headphone dengan standar 3.5mm secara langsung. Untuk itu, Anda dapat menggunakan earphone atau headphone Bluetooth atau yang memiliki kabel USB Type-C untuk terhubung langsung ke Mi 10T.

Namun Anda juga tidak perlu khawatir karena Xiaomi telah menyediakan kabel adaptor jack audio USB 3.5mm Type-C dalam paket penjualannya. Jika Anda menggunakan kabel ini, headphone atau earphone dengan port jack audio 3.5mm dapat dihubungkan ke Mi 10T.

Selain membuat desain ponsel ini terlihat lebih estetis, sensor sidik jari yang dipasang di sebelah kanan tombol power justru mudah dijangkau pengguna. Saya rasa sensornya bisa merespon sidik jari dengan cepat.

Mirip dengan ponsel Xiaomi lainnya, Mi 10T memungkinkan hingga 5 sidik jari berbeda untuk dicantumkan pada sensor sidik jari. Namun, jika tangan atau jari Anda kotor, Anda bisa memanfaatkan fitur Face Unlock yang tersedia di ponsel ini.

Saat menghadap wajah di layar, kamera dan fitur Face Unlock dapat mendeteksi wajah secara bertanggung jawab. Seperti biasa, ponsel ini hanya mengizinkan satu wajah saya untuk mendaftar di fitur tersebut.

Di bagian belakang, terdapat tiga kamera belakang yang memuat kamera utama 64 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP. Berkat sensor Sony IMX682, kamera utamanya bisa menghasilkan foto dengan resolusi 64 MP.

Secara default, kamera utama akan menghasilkan foto dengan resolusi 16 MP yang mampu memberikan warna yang dinamis dan lebih dalam. Namun jika ingin menghasilkan foto dengan resolusi lebih tinggi, maka kita bisa mengaktifkan fitur Mode 64 MP pada kamera yang disertakan.

Deolinda