Pengukuran Electromagnetic Flow Meter

Electromagnetic flow mtr. atau biasa terhitung disebut magnetik flow mtr. adalah jenis pengukur aliran volumetrik yang kebanyakan diaplikasikan untuk penanganan cairan limbah maupun jenis cairan lainnya di dalam pipa tertutup di mana di dalam sistem pengalirannya mengalami penurunan tekanan bersama dengan konduktivitas cairan yang sesuai. Perangkat ini tidak punya komponen yang bergerak, dan harus diketahui bahwa jenis Ultrasonic Flow Meter. ini tidak ideal diaplikasikan untuk penanganan cairan hidrokarbon atau jenis cairan hasil distilasi (penyulingan).

Prinsip Kerja Elektromagnetik Flow Meter

Sama halnya bersama dengan perangkat listrik lainnya, flow mtr. elektromagnetik bekerja berdasarkan bersama dengan hukum Faraday perihal Induksi Elektromagnetik. Hukum ini terhitung banyak berlaku untuk komponen perangkat listrik lainnya yang berbasis elektromagnet.

Dalam hukum Faraday disebutkan bahwa, dikala sebuah sarana konduktif melewati medan magnet maka bakal membuahkan tegangan yang sebanding bersama dengan kecepatan media, kepadatan medan magnet setara bersama dengan kecepatan media/fluida yang mengalir.

Pada magnetik flow meter, tegangan diterapkan terhadap kumparan kawat yang bertindak sebagai elektroda yang terpasang terhadap sisi luar atau sisi di dalam badan meteran untuk membuahkan medan magnet. Dalam sistem pengukurannya, cairan yang mengalir di di dalam pipa berperan sebagai sarana konduktor dan bakal menginduksi tegangan yang sebanding bersama dengan kecepatan umumnya aliran.

Tegangan induksi yang dihasilkan bakal terdeteksi oleh elektroda yang terpasang terhadap badan meteran, setelah itu tegangan tersebut bakal dikirimkan di dalam wujud tanda ke transmitter yang bakal mengkalkulasi volume laju aliran berdasarkan diameter pipa penyalur.

Hukum Faraday secara matematis bisa kami nyatakan sebagai berikut.

E= K.B.D.V

Adapaun keterangannya adalah sebagai berikut; E = Tegangan induksi, K= Konstanta induksi, V= Kecepatan konduktor/cairan di dalam tabung, B= Kekuatan medan magnet, dan D= Jarak antar elektroda.

Perlu untuk dimengerti bahwa cairan yang bakal diukur mengfungsikan magnetik flowmeter harus konduktif secara elektrik sebab layaknya yang telah dituliskan di atas bahwa tegangan tanda bergantung terhadap umumnya kecepatan cairan, diameter konduktor dan kapabilitas medan magnet. Dengan demikian, medan magnet bakal terbentuk di penampang tabung.

Dalam prosesnya, dikala suatu cairan konduktif mengalir melewati medan magnet (B), tegangan bakal terinduksi (E) yang sebanding bersama dengan kecepatan fluida (V). Selanjutnya dua elektroda yang terpasang secara berlawanan satu sama lain bakal mengukur tegangan yang dihasilkan. Kedua elektroda tersebut mengakses ke sebuah sirkuit yang punya kapabilitas untuk mengolah tegangan agar berupa sinyal. Sinyal yang dihasilkan sesudah itu bakal dikirimkan ke mikroprosesor atau transmitter untuk mengkalkulasi volume aliran.

 

Formula Electromagnetic Flow Meter

Sesuai bersama dengan prinsip kerja elektromaknetik flow mtr. yang mengacu terhadap hukum Faraday, maka formula yang diterapkan untuk menguku aliran fluida terhitung mengacu terhadap hukum tersebut. Hukum Faraday menyatakan bahwa, dikala konduktor bersama dengan panjang “L” bergerak bersama dengan kecepatan “V” tegak lurus bersama dengan medan magnet “B”, type gerak listrik (ggl) “E” diinduksi di dalam arah yang saling tegak lurus yang diperoleh dari persamaan berikut:

E= B.L.V (Persamaan I)

Dimana:
B= Density Flux Magnet (Wb/m2)
L= Panjang Konduktor (m)
V= Kecepatan Konduktor (m/s)

Sementara flow rate atau laju volume “Q” diperoleh dari persamaan:

Q= (π.D2 / 4).V (Persamaan II)

Dimana:
D= Diameter pipa
V= Rata-rata kecepatan aliran atau kecepatan konduktor

Dari persamaan diatas maka:

V= B / B.L
Q= πD2.E / 4BL
Q= K.E
Dimana ”K” adalah konstanta meter.

Dengan demikian, laju volume aliran berbanding lurus bersama dengan ggl yang diinduksi. Dalam pengaplikasian, kami harus memasukkan nilai konstanta mtr. “K” yang telah ditetapkan terhadap katalog manual.

 

Batasan Flow Meter Elektromagnetik

Sebelum laksanakan instalasi elektromaknetik flow meter, terdapat beberapa batasan yang harus kami ketahui agar hasil pengukuran yang dilaksanakan cocok bersama dengan yang diharapkan. Adapun batasan yang dimaksud meliputi:

Volume dari materi tersuspensi di dalam cairan terhitung bakal ikut terhitung sebab magnetik flow mtr. diperuntukan untuk mengukur laju volume.

Apabila meteran dipasang terhadap bagian hulu pipa maka pipa harus di dalam kondisi terisi penuh.
Harus diaplikasikan untuk cairan yang konduktif, agar tidak cocok digunakan untuk mengukur laju aliran uap dan gas, terhitung product hidrokarbon atau sejenis sebab punya konduktivitas yang rendah.
Ketikan tabung aliran dipasang terhadap jalur pipa horizontal, maka elektroda terhitung terpasang terhadap diameter horizontal, tujuannya untuk hindari timbulnya gelembung akibat adanya hawa yang masuk ke di dalam tabung.

Resistensi efektif cairan antara elektroda tidak boleh melebihi 1% dari impedansi kronologis external.

Pengaplikasian Magnetik Flow Meter

Flow mtr. magnetik digolongkan di dalam jenis non intrusif, dan kebanyakan bisa diaplikasikan untuk jenis fluida apa pun yang punya konduktivitas listrik yang wajar, yaitu di atas 10 µS/cm3 (microsiemens / sentimeter kubik). Adapun jenis cairan yang bisa ditangani oleh flow mtr. ini layaknya bubur kayu, limbah, cairan panas, coal powder, cairan bersama dengan kekentalan yang tinggi layaknya terhadap pabrik pengolahan makanan, dan cairan kriogenik atau bertemperatur sangat rendah.

Pengukur aliran magnetik ini banyak ditemui di pabrik-pabrik yang bergerak terhadap sektor berikut:

-Industri Petrokimia
-Unit desanilasi air laut menjadi air tawar
-Pembangkit listrik
-Water Treatment Plant (WTP)
-Sistem Irigasi
-Pabrik makanan dan minuman
-Instalasi pengolahan air limbah
-Dan lain sebagainya.

Perlu diingat bahwa sebab electromagnetic flow mtr. bekerja bersama dengan prinsip induksi, agar pengukuran tidak bergantung terhadap sifat fisik dan kimiawi dari zat, layaknya massa jenis, suhu, viskositas, dan beberapa segi lainnya.

toha