Pengertian, Hadist, dan Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadir

Pengertian Iman Kepada Malaikat Sebagai Rukun Iman Kedua  

Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman ynag keenam yang wajib kita yakini. Iman kepada qada dan qadar berarti percaya serta meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki kehendak, ketetapan, keputusan atas semua makhluk-Nya. Walaupun memiliki hubungan yang erat serta sama-sama mempengaruhi proses kehidupanmanusia, qada dan qadar memiliki arti dan pengertian yang bebeda.

  • Qada

Secara bahasa qada berarti hokum, ketetapan dan kehendak Allah. Semua yang terjadi adalah berasal dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sang pemilik kehidupan. Sebelum adanya proses kehidupan, Allah telah menuliskan apa saja yang akan terjadi, baik itu tentang kebaikan, keburukan dan juga tentang hidup dan mati.

Perintah Allah kepada hambanya untuk percaya pada qada, tersirat dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah, Ayat 210, yang artinya :

“ Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah lah segala perintah dikembalikan.

Dalam ayat tersebut jelas bahwa perkara-perkara, ketetapan yang terjadi sudah diputuskan oleh Allah SWT.

  • Qadar

Secara bahasa qadar berarti sebuah ketentuan atau kepastian dari Allah SWT. Sedangkan secara istilah, qadar berarti sebuah penentuan yang pasti dan sudah ditetapkan oleh Allah SWT, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

  • Hadist Tentang Qada dan Qadar

Hubungan qada dan qadar tidak bisa dipisahkan, dimana qada merupakan rencana dan qadar merupakan perwujudan atau kenyataan yang akan terjadi seperti yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadist riwayat Bukhari da Muslim, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya seseorang diciptakan dari peru ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh di dalamnya dan menuliskan empat ketentuan yaitu tentang rezeki, ajal, amal dan (jalan kehidupan) sengsara atau bahagia.”

Selain itu juga dituliskan dalam Al-Quran surat Al-Hijr, Ayat 21, yang artinya :

“ dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamu-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.”

Macam – Macam Takdir

  1. Takdir Muallaq

Takdir muallaq merupakan takdir yang masih bisa berubah jika manusia berusaha merubahnya. Sebagai contoh, seseorang yang miskin bisa menjadi kaya, ingin pintar dan lain sebagainya. Semua itu bisa berubah dengan  cara melewati proses usaha yang keras untuk mencapai semuanya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran, Surat Ar-Rad Ayat 11, yang artinya :

‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

  1. Takdir Mubram

Takdir mubram merupakan takdir ynag tidak bisa diubah oleh manusia, meskipun  telah melewati proses ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT, sebagai contoh adalah kematian dan jodoh, semua itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 34 yang artinya :

“Dan tiap-tiap umat memiliki, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula melanjutkannya”.

Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadar

  • Selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
  • Selalu rendah hati
  • Selalu berjiwa optimis dan tidak putus asa
  • Membiasakan diri untuk nersikap sabar
  • Jiwa lebih tenang

 

 

 

 

 

 

sartika