Pendidikan Agama Islam: Tujuan serta Fungsinya

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama islam ialah usaha sadar dan terkonsep dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengenali, pahami, meresapi, sampai mengimani, tuntunan agama islam, diimbangi dengan bimbingan untuk menghargai pengikut agama lain dalam hubungan dengan kerukunan antara ummat beragama sampai diwujudkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Menurut Zakiyah Dradjat pendidikan agama islam ialah satu usaha untuk membangun dan mengasuh peserta didik supaya selalu bisa pahami ajaramn islam secara detail. Lantas meresapi arah yang pada akhirannya bisa mempraktikkan dan jadikan islam sebagai penglihatan hidup.

Menurut Dr. Armai Arief, M.A pendidkan islam yakni sebuah proses yang sudah dilakukan untuk membuat manusia-manusia yang seutuhnya; memiliki iman dan bertakwa ke Tuhan dan sanggup merealisasikan keberadaannya sebagai khalifah allah dari muka bumi, yang bertumpu ke tuntunan Al-quran dan Sunnah, karena itu arah dalam kerangka ini memiliki arti terbentuknya insane-insan kamil sesudah proses usai.


Tujuan Pendidikan Agama Islam

Arah pendidikan islam sebagai hal yang menguasai dalam pendidikan, rasanya penulis perlu mengutif pernyataan breiter, jika pendidikan ialah masalah arah dan konsentrasi. Mendidika anak memiliki arti melakukan tindakan dengan arah supaya memengaruhi perubahan anak sebagai seorang secarah utuh.

Pendidikan agama islam di sekolah mempunyai tujuan untuk tumbuhkan dan tingkatkan keimanan lewat pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, dan pengalaman peserta didik mengenai agama islam hingga jadi manusia muslimyang semakin berkembang dalam soal keimanan, ketakwaannya, berkebangsaan dan bernegara, dan agar bisa meneruskan pada tingkatan pendidikan yang semakin tinggi.

Pada umumnya, arah pendidikan agama islam terdiri ke: arah umum, arah sementara, arah akhir, dan arah operasional, arah umum ialah arah yang bakal diraih denagan semua aktivitas pendidikan baik dengan edukasi atau dengan lain. Arah sementara ialah arah yang bakal diraih sesudah anak didik dikasih beberapa pengalaman tertentu yang diperkirakan dalam sebuah kurikulum. Arah akhir ialah arah yang diinginkan supaya peserta didik manusia-manusia yang prima (insane kamil). Sedang arah operasional ialah arah ringkas yang bakal diraih dengan beberapa aktivitas pendidikan tertentu.

Arah pendidikan agama islam dalam sudut pandang beberapa ulama muslim.

  • Menurut abdul rahman shaleh menjelaskan menjelaskan jika pendidikan islam mempunyai tujuan untuk membuat personalitas sebagai khalifah Allah swt, sekurangnya mempersiapklan diri ke arah akhir, yaitu memiliki iman ke Allah dan runduk dan taat secara keseluruhan padanya.
  • Menurut Imam Al-Gazali menjelaskan ada dua arah khusus yaitu, membuat individu purna yang pada akhirannya bisa dekatkan diri pada Allah swt. Dan membuat insane purna untuk mendapat kebahagiaan dunia atau akhirat.
  • Menurut Hasan Lagulung dalan bukunya asas-asas pendidikan islam, hasan lagulung mnjelaskan, jika arah pendidikan harus dihubungkan dengan arah hidup manusia, ataupun lebih tegasnya, arah hidup untuk menjawab masalah, buat apa kita hidup yaitu hanya cuman untuk menyembah ke Allah swt.

Dari beberapa opini di atas arah pendidikan islam bisa diambil kesimpulan jika arah pendidikan islam ialah suatu hal yang diharap terwujud sesudah proses pendidikan usai. Arah ini diklasifikan ke: arah umum, arah sementara, arah akhir dan arah operasional.

Banyak ide dan teori arah pendidikan islam yang sudah disampaikan oleh beberapa pakar pendidikan, baik pada jaman klazik, tengah atau saat ini. Tetapi bisa dipahami, jika bermacamnya ide dan teori arah pendidikan agama islam itu sebagai bukti ada usaha dari beberapa cendekiawan muslim dan warga muslim biasanya untuk membuat satu sistem pendidikan yang bagus untuk penduduknya. Akan tetapi mengembangnya pertimbangan mengenai arah pendidikan islam tak pernah meleset dari konsep dasar sebagai azas bertumpu dalam peningkatan arah pendidikan yang diartikan.

Oleh karenanya bicara pendidikan agama islam, baik arti atau maksudnya sebaiknya mengacuh pada penanaman nilai-nilai islam dan tidak dibetulkan lupakan norma sosial atau moralitas sosial. Penanaman nilai-nilai ini dalam rencana memetik kesuksesan hidup di dunia untuk anak didik yang selanjutnya akan sanggup menghasilkan kebaikan diakhirat nantinya.


Fungsi Pendidikan Agama Islam

Peranan Pendidikan Agama Islam di sekolah atau madrasah Abdul Majid, dan Dian Andayani, dalam bukunya Pendidikan Agama Islam Berbasiskan Kompotensi, yaitu seperti berikut:

Peningkatan, yakni tingkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik ke Allah swt yang sudah dimasukkan di dalam lingkungan keluarga. Pada intinya kewajiban memberikan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh tiap orangtua dalam keluarga. Sekolah berperan untuk menumbuh bangun selanjutnya pada diri anak lewat tuntunan, edukasi dan training supaya keimanan dan ketakwaan itu dapat mengalami perkembangan dengan maksimal sesuai tingkat perubahannya.

  • Penanaman nilai, sebagai pandangan hidup untuk cari kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.
  • Rekonsilasi psikis, untuk beradaptasi dengan lingkungannya baik lingkungan fisik atau peradaban sosial dan bisa mengganti lingkungannya sesuai tuntunan agama islam.
  • Pembaruan, untuk membenahi kekeliruan-kesalahan, beberapa kekurangan dan kekurangan-kelemahan peserta didik dalam kepercayaan, pengetahuan dan pengalaman tuntunan di kehidupan setiap hari.
  • Penangkalan, untuk mencegah, beberapa hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya yang lain bisa mencelakakan dianya dan menghalangi perubahannya ke arah manusia Indonesia sepenuhnya.
  • Edukasi, mengenai ilmu dan pengetahuan keagamaan pada umumnya sistem dan fungsional.
  • Pendistribusian, untuk salurkan anak-anak yang mempunyai talenta khusus di bagian agama islam supaya talenta itu bisa berkembangsecara maksimal hingga bisa digunakan untuk dirinya dan untuk seseorang.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/

mamahifah