Mukomuko pastikan air minum isi ulang layak konsumsi

Mukomuko, 09/5 (LINGKAR.News) –Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan air isi ulang yang dijual oleh sebanyak 60 depot air minum di daerah ini layak dikonsumsi masyarakat.

 

“Petugas telah melakukan pengecekan dan uji laboratorium kualitas air isi ulang di 60 dari 86 depot air minum dan hasilnya air isi ulang di depot tersebut layak dikonsumsi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, di Mukomuko, Senin.

 

Ia mengatakan hal itu setelah menerima laporan hasil pengecekan dan uji laboratorium air isi ulang di 60 depot air minum yang tersebar di sejumlah wilayah daerah ini dari petugas instansi ini.

 

Selanjutnya, katanya, petugas akan melakukan pengecekan dan uji laboratorium sampel air isi ulang di 26 depot air minum di sejumlah wilayah daerah ini.
 
“Rencananya dalam waktu dekat ini petugas akan melakukan pengecekan dan uji laboratorium sampel air milik 26 depot air minum di daerah ini. Mudah-mudahan saja hasilnya sama dengan depot air minum yang lain,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, puluhan depot air minum di daerah ini mengambil air dari sumur bor dan kualitas air sumur bor lebih terjamin dibandingkan dengan air sungai.

 10 Rekomendasi rias pengantin & Mua Di Pati

Pemilik usaha depot air minum ini selain mengambil air dari sumur bor, ada juga depot air minum yang memanfaatkan air sumur gali untuk diolah menjadi air layak konsumsi.
 
“Memang ada sebagian depot air minum yang memanfaatkan air sumur gali, tetapi tidak banyak karena kelemahannya pada saat musim kemarau air sumur gali mudah kering, mereka kering, makanya pengusaha menggunakan sumur bor,” ujarnya pula.

 

Sementara itu, ia mengatakan, saat ini ada dua pengusaha yang mengajukan usulan pembukaan usaha depot air minum kepada instansi ini, tetapi instansinya belum mengeluarkan rekomendasi.
 
“Dua pengusaha ini mengusulkan pembukaan depot air minum di wilayah Kecamatan Pondok Suguh dan Kecamatan XIV Koto. Kita belum keluarkan rekomendasi karena petugas belum mengecek ke lapangan,” ujarnya.

 

zukiungu