Cerita Si Pencipta Lagu Tentang Makna Sesungguhnya Lagu Lingsir Wengi

Siapa tak kenal lagu Lingsir Wengi. Lagu tersebut sangat fenomenal di masyarakat dan identik dengan hal-hal mistik. Beberapa orang mengira lagu itu diminta memanggil arwah, tetapi dia juga menganggap lagu itu sebagai obat untuk bencana.

Jika ingin download lagu yang enak & gratis, Anda bisa kunjungi metrolagu.

Siang hari, diiringi langit mendung, menyusuri pendopo di gang sempit di Rt 02 Rw VIII, Kebon Baru, Rossow, Kartosuro, Sukoharjo, lagu paruh baya itu tercipta malam ini. Banyak sekali lagu-lagu yang fenomenal dan kontradiktif dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk sampai ke rumahnya, tamu yang masuk harus melalui gang yang sangat kecil, mencapai kamar yang hanya bisa menggunakan ranjang. Sukap Jiman, pencipta lagu Lingsir Wengi. Untuk melengkapinya, tamu harus masuk ke dalam kamar yang hanya berisi kasur dan televisi.

Di ranjang, Sukap menulis ide kreatif untuk membuat lagu. Sayangnya, sirup tersebut harus disertai dengan berbagai jenis obat untuk meredakan nyeri. Padahal, obat ini menjadi pendamping harian Sukap.

Penulis lagu sangat khawatir, penyakit ini sudah ada selama 25 tahun. Kakinya menjadi lebih kecil karena masalah neurologis yang membuatnya tidak bisa berjalan. Ketika penyakit prostat membuat Sukap tidak bisa buang air kecil di kamar mandi, dia harus memasang selang untuk membantu Sukap.

Ketika ditanya tentang pengalamannya membuat lagu Lingsir Wengi, Sukap memberikan gambaran yang sangat detail dan halus. Pria berusia 84 tahun ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mengingat percakapan yang masih cerdas dan jelas.

“Sebenarnya saya punya 14 lagu, tapi yang paling terkenal adalah Lingsir Wengi. Saya bikin lagu tahun 1995 tapi viral tahun 2000. Dulu lagu itu dimainkan oleh beberapa penyanyi lokal seperti Wuryanti, Ani Suyanti, Agus Zakaria, Didi Kempot, Nurhana. Kata Sukap antusias saat bertemu dengan Bengawan News di rumahnya, Jumat (15/2).

Saat ditanya tentang makna lagu Lingsir Wengi, ia mengingatkan secara detail tentang asal muasal penciptaannya. Lagu tersebut bercerita tentang seorang anak laki-laki yang sedang jatuh cinta, dan kemudian pada malam hari, seorang gadis idola berdering.

Semangat Sukap, Sukap mengatakan bahwa semua karyanya berasal dari pengalaman pribadi yang ditawarkan dalam lagu tersebut. Semua lagu termasuk tema cinta dan tema pengorbanan.

Saat ditanya tentang lagu Lingsir Wengi yang sedang ramai dibicarakan karena bisa digunakan untuk mengundang arwah, Sukap membantahnya. Ia menegaskan bahwa lagu Lingsi Wengi “Mistis” bukan dari dirinya, melainkan lagu Jawa karya Sunan Kalijaga.

Lagune Lingsir Wengi menjadi terkenal karena dimainkan oleh penyanyi keroncong terkenal Didi Kempot. Lagu Lingsir Wengi karya Sukap memiliki perbedaan yang berbeda jika dipasangkan dengan lagu Lingsir Wengi karya Sunan Kalijaga. Lagu mistik Lingsir Wengi merupakan lagu Jawa gubahan Sunan Kalijaga dengan judul yang sama. lagune, malam menjadi siang. “Dia baik-baik saja.

Seiring dengan Didi Kempot, lagu Lingsir Wengi menjadi terkenal, banyak produser yang tertarik dengan lagu tersebut. Dasa Records adalah Produser Musik yang setuju untuk bergabung dengan Sukap dan memberikan royalti Sukap secara bulanan. Namun kerjasama dengan Dasa Records tidak berlangsung lama, Sukap mulai tertarik dan bekerjasama dengan Majapahit Records.

“Waktu itu Majapahit Records pulang dengan harga Rp 300 ribu. Akhirnya pas di bawah tekanan ekonomi, saya terima tawaran itu. Ten Records mendengarkan lagu saya dan akhirnya dia mengakhiri kontraknya dengan saya.” kesedihan dan penyesalan.

Alih-alih membicarakan penyesalan yang dialaminya saat itu, Majapahit Records berjanji akan membiayai hidupnya hingga dewasa. Setelah lagu berjudul “Dua Hati” diserahkan ke Majapahit Records, diakhiri dengan pemberian royalti.

Begitu tidak punya apa-apa, hidup Sukap bergantung pada orang-orang yang tinggal bersama. Nur, gadis itu sakit-sakitan karena sukap tulang punggung keluarga, dia menyanyi di Yogyakarta, berangkat jam 08.00 WIB dan pulang pagi.

“Dari pekerjaan yang Anda lakukan, Anda tidak akan mendapatkan royalti, karena Anda tidak memiliki hak cipta atas lagu tersebut. Akhirnya saya bekerja dengan uang.” Kata Nur yang menjadi tangisan kesedihan bagi para lansia. Sedihnya, Nur dan keluarganya berharap pemerintah peduli pada seniman tua yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Deolinda