Berbagai Jenis Izin Kerja (Work Permit)

Tidak cuma hot working permit yang penting didalam asuransi kebakaran maupun asuransi property all risk. Beberapa izin dibutuhkan untuk jenis industri yang berbeda-beda. Izin tersebut biasanya dikeluarkan oleh pengawas/ supervisor/ pelaksana kepada subkontraktor/ mandor atau pekerja yang bakal memasuki daerah beresiko atau melakukan pekerjaan yang diakui berbahaya.

Adapun sebagian izin kerja atau yang disebut Work Permit Indonesia yang tersedia didalam suatu industri adalah sebagai berikut:

Izin kerja pekerjaan panas (hot work permit) – Diperlukan seumpama bakal melakukan pekerjaan panas, contohnya: pengelasan, pemotongan bersama api, pengeboran logam, dan sandblasting.

Izin kerja pekerjaan dingin (cold work permit) – Diperlukan seumpama bakal melakukan pekerjaan yang terjalin bersama pekerjaan perbaikan, pemeliharaan, atau konstruksi yang sifatnya tidak rutin (sesuai ketetapan pekerjaan tersebut) dan tidak mengfungsikan peralatan yang mampu mengundang api terbuka atau sumber nyala. Contohnya pengecatan, pekerjaan bangunan, dan pekerjaan sipil.

Izin kerja memasuki ruang terbatas (confined space entry permit) – Diperlukan seumpama bakal memasuki dan melakukan pekerjaan di ruang terbatas, seperti silo, tanki, atau saluran tertutup.

Izin kerja pekerjaan listrik (electrical work permit) – Diperlukan seumpama bakal melakukan perbaikan, pemeliharaan, atau pemeriksaan yang terjalin bersama kelistrikan.

Izin kerja tertentu (special permit) – Diperlukan seumpama bakal melakukan pekerjaan melibatkan situasi berbahaya, seperti bekerja bersama paparan bahan radioaktif, bekerja di ketinggian, penggalian, atau melakukan pekerjaan bersama tingkat potensi bahaya tinggi lainnya.

Fungsinya jelas. Izin kerja adalah alat yang efisien untuk mendukung mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya, mencegah cedera, dan hindari kecelakaan fatal di daerah kerja. Semua pekerja wajib tahu kriteria izin kerja dan mengapa izin kerja dibutuhkan sebelum memulai suatu pekerjaan.

toha