Baru Menikah, Lebih Baik Kontrak atau Nyicil Membeli Rumah?

Baru Menikah Lebih Baik Kontrak atau Beli Rumah? – Setelah kerjakan lamaran dengan cincin lamaran emas, kemudian melasungkan pernikahan, setiap pasangan tentu ingin cicipi hidup yang patut bersama pasangan.

Baru Menikah, Lebih Baik Kontrak atau Nyicil Membeli Rumah?

Nah, satu diantaranya hal sebagai ide pertama dari beberapa pasangan pengantin baru adalah tinggal terpisah dari orang-tua.

Dengan kerjakan ini, diharapkan pasangan baru ini bisa makin masak dan fokus membuat masa depan bersama lebih mandiri.

Apa kamu dan pasangan punya ide yang sama?

Tetapi sayang memilki rumah bukan kasus mudah.

Harga yang melambung tinggi kerap jadi argument-nya, terlebih jika tempatnya ada di kota besar.

Walau ada harga rumah yang bisa dicapai, tetapi biasanya jaraknya jauh dari tempat kamu dan pasangan beraktivitas tiap hari.

Nah, oleh karenanya kontrak atau sewa rumah jadi pilihan.

Tapi, ada juga lho, sebagian orang yang memutuskan untuk menyicil beli rumah.

Dibandingkan setiap bulan harus bayar sewa rumah, lebih baik digunakan untuk menyicil rumah sendiri, begitu pikirnya.

Lalu, sebenarnya yang mana lebih baik, kontrak atau beli rumah dengan menyicil?

Berikut kami berikan beberapa point utama dari kedua hal tersebut, yang bisa membantu kamu dan pasangan tetapkan pilihan terbaik.

Tahukh kamu? jika angkatan milenial itu dikenal dengan renter generation atau angkatan penyewa.

Karenanya, wajar jika saat ini lebih banyak pasangan muda yang memutuskan untuk kontrak atau sewa rumah bukanlah beli rumah.

Ini karena, angkatan milenial melihat sewa rumah lebih memberi keuntungan dan bisa dicapai.

Hmm, apa iya?

Tonton yuk ulasan-ulasan berikut!

Ya, memang.

Sewa rumah atau kontrak dilihat dapat lebih dicapai dan murah dibandingkan menyicil beli rumah.

Sudah tentu ini akan membantu dan jadi jalan keluar pasangan muda yang belum stabil secara keuangan tapi ingin tetap hidup mandiri.

Biasanya dengan sewa rumah, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang setiap bulannya.

Bahkan, ada lho harga kontrak yang hanya 1-2 juta /bulan.

Bila kamu sebagai pasangan muda yang baru menikah dan sedang aktif bekerja, tentu pilihan status cocok tinggal di kota semakin efektif.

Nah, dengan sewa rumah, kamu bisa mendapat rumah yang tempatnya di kota di harga lebih murah.

Berbeda jika kamu beli rumah di daerah kota, karena pasti mahal dan mengeluarkan banyak pengeluaran.

Jika kamu beli rumah, tentu tidak cuma membeli tapi pikir biaya perawatannya.

Percaya atau tidak, biaya perawatannya mahal, lho.

Apalagi jika ada kerusakan yang tidak kesengaja, seperti atap bocor karena badai.

Jika sewa rumah, kamu bisa melapor ke pemilik rumah untuk pembaruan sedang jika beli rumah, tentu harus mengeluarkan dana sendiri.

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah sendiri?

Memiliki dan tinggal di rumah sendiri jadi salah satu mimpi dari pasangan muda.

Apalagi jika kamu berencana untuk membuat keluarga besar di masa depan kelak.

Tetapi, sayang beli rumah tidak semudah membalikan telapak tangan.

Saat membeli rumah, kamu tidak cuma membeli tetapi juga mengawasinya.

Tapi sudah tentu, pada akhirnya, rumah itu adalah rumah punyamu sendiri yang bisa dihuni oleh angkatan keluarga kamu di masa depan.

Karena itu memutuskan untuk beli rumah dengan menyicil?

Tonton dulu beberapa point berikut!

Dengan beli rumah itu mempunyai makna kamu membeli sebuah properti.

Tentu kamu sudah mengetahui bila harga properti akan terus merayap naik dari tahun ke tahun.

Nah, karena ada ini. Jika kamu beli rumah, sama dengan kamu memiliki asset investasi.

Di masa depan nantinya, dapat sehingga kamu jual kembali rumah punyai kamu itu di harga yang semakin tinggi.

Walau memang cicilan /bulan dari beli rumah terhitung besar, tetapi bisa melihat manfaatnya di masa depan, sangat bagus, kan?

Berbeda dari sewa rumah, dengan beli rumah sendiri tentu tempat itu menjadi tetap yang bisa dihuni sampai berpuluh-puluh tahun di muka.

Bahkan, kelak, rumah itu bisa di turunkan ke anak dan cucu kamu nantinya.

Beli rumah sendiri betul-betul cocok buat kamu yang berencana membuat keluarga, khususnya keluarga besar.

Nah, karena jadi hak punyai, kamu bebas kerjakan apa pada rumahmu itu yang bisa disetarakan dengan kepentingan keluarga,

Memang, cicilan beli rumah yang ditanggung terasa berat, tapi kamu akan rasakan hasilnya jika nantinya angsuran selesai .

Harga rumah, apalagi yang ada di tengah kota terhitung sangat mahal.

Hal itu tentu tidak bisa dicapai untuk pasangan muda yang baru saja menikah.

Nah, jalan keluarnya biasanya kamu bisa beli rumah di status yang ada pinggiran kota karena lebih murah.

Tetapi sebagai risiko, rumah itu tentu jauh dari tempat kerja.

Bahkan, kamu harus menempuh perjalanan lama, dan berat ongkos.

Jadikan ini sebagai pertimbangan, ya.

Satu diantaranya sebagai persoalan kenapa pasangan muda sulit beli rumah adalah karena kesulitan sampaikan hutang kredit rumah.

Nah, agar bisa mendapat persetujuan itu, tentu cara yang sudah dilakukan betul-betul kompleks.

Tidak hanya itu, kamu juga harus menyiapkan uang muka, minimal 10-30% dari harga rumah.

Nah bagaimana, setelah melihat pembahasan di atas, sudah tahu ingin tentukan kontrak atau beli rumah?

Sebenarnya, apa yang kamu tetapkan ingin itu sewa atau beli rumah, tentu tidak ada yang benar atau salah.

Semua kembali dengan masing-masing kepentingan, arah dan kemampuan dari kamu dan pasangan.

Tapi satu yang terang, apa opsimu ingin itu sewa atau beli rumah, jangan sampai lupa untuk selalu pinggirkan uang untuk menabung dan lakukan investasi.

Dengan menabung, kamu bisa taruh uang untuk setiap waktu dipakai jika ada hal darurat.

Drajad