Apa Itu Metode 5S?

Bagi mereka yang berkecimpung di industri manufaktur, mungkin istilah metode training 5S tidak asing didengar.

5S merupakan istilah yang paling banyak didengar dan diterapkan oleh mereka yang menjalankan profesi di dunia manufaktur, khususnya di perusahaan Jepang.

Mengutip LPM Industria, menurut buku Managing The Global Supply Chain karangan (Chad dkk, 2013), 5S adalah metodologi untuk menyederhanakan, membersihkan, serta mempertahankan lingkungan kerja yang produktif. 5S akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan teratur, sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja dan keselamatan bagi pekerja.

5S awalnya diperkenalkan oleh Henry Ford pada tahun 1972 dengan judul CANDO; Cleaning up, Arranging, Neatness, Discipline, Ongoing improvement. Setelah itu, dimodifikasi oleh Hiroyuki Hirano di tahun 1980 menjadi 5S seperti yang kita kenal saat ini.

5S yang dimaksud dalam bahasa Jepang tersebut diantaranya adalah Seiri, Seiton, Sheisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia sendiri, 5S memiliki padanannya sendiri, yaitu 5R. 5R yang dimaksud adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

toha