8 Fase Bulan Yang Harus Anda Ketahui

Pernahkah Kamu Memperhatikan Fase Bulan? Ini Fase Bulan di November - Semua  Halaman - Bobo

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bulan memiliki bentuk bulat seperti bola, Satelit bumi yang satu ini tidak menghasilkan cahaya sendiri, sehingga bulan seringkali memantulkan cahaya dari matahari.

Bentuk dan Ukuran Bulan

Bentuk bulan bulat seperti bumi dengan massa 7,4 1022 kg. Garis tengah bulan sama dengan ¼ garis tengah bumi yakni 3.476 km dengan massa jenis 3340 kg/m3.

Karena massa bulan yang kecil sehingga menyebabkan gaya tarik pada benda di permukaannya juga kecil, Dimana, kekuatan gaya tarik bulan hanya sekitar 1/6 gaya tarik bumi.

Akibatnya, bulan tidak mampu menahan molekul-molekul udara yang tetap berada di sekelilingnya untuk membentuk atmosfer.

Karena di bulan tidak ada atmosfer sehingga menyebabkan terjadi hal-hal berikut ini :

  • Di bulan tidak ada kehidupan
  • Permukaan di bulan sangat kasar (berlubang) disebabkan benda-benda yang jatuh tidak ada yang menahan.
  • Suara tidak bisa merambat di bulan, hal ini disebabkan udara atau gas merupakan medium tempat perambatan suara.
  • Langi di bulan nampak hitam legam. Selain itu, atmosfer bumi berwarna biru karena cahaya matahari yang mengenai molekul-molekul udara menghamburkan cahaya warna biru.

Fase Bulan

Apa itu fase bulan?

Fase bulan merupakan perubahan bentuk bulan jika dilihat dari bumi. Perubahan ini bisa terjadi karena di luar angkasa, bulan selalu berputar mengelilingi bumi. Hal ini disebut dengan nama revolusi bulan. Jika anda mengetahui bahwa bumi selalu bergerak berputar mengelilingi matahari, begitupun dengan bulan. Yang mana, bulan selalu berputar mengelilingi bumi dari barat menuju timur. Sekali berevolusi terhadap bumi, bulan membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari.

  1. Fase Bulan Baru (New Moon)

Fase Bulan Baru (New Moon) adalah fase dimana posisi bulan berada di tengah-tengah matahari. Selain itu, pada fase ini juga bisa menyebabkan terjadinya fenomena gerhana matahari.

Pada fase ini, bulan menghalangi cahaya matahari yang seharusnya menyinari bumi. Tentunya hal ini membuat bulan yang menghadap bumi tidak terkena pancaran sinar matahari, sehingga bulan tidak terlihat dari bumi.

  1. Fase Bulan Sabit Awal (Waxing Cresent)

Pada fase ini, bulan akan bergerak meninggalkan titik tengah matahari dan bumi. Sehingga bagian bulan yang terkena cahaya matahari kurang dari setengahnya. Tentunya kondisi ini membuat bulan nampak seperti sabit jika dilihat dari bumi.

  1. Fase Bulan Kuartal Pertama (First Quarter)

Pada fase ini membuat bulan nampak seperti setengah lingkaran. Pasalnya, posisi bulan pada fase ini terletak pada sudut 90 derajat antara bumi dan matahari.

  1. Fase Waxing Gibbous

Fase Waxing Gibbous ini dimana posisi bulan sedikit membelakangi bumi, sehingga bagian bulan yang terkena pancaran sinar matahari hanya mencapai ¾-nya. Posisi ini membuat bulan terlihat cembung jika dilihat dari bumi.

  1. Fase Bulan Purnama (Full Moon)

Pada fase ini posisi bulan terletak di belakang bumi. Kondisi ini membuat cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan tertutup oleh bumi yang ukurannya lebih besar. Alhasil, bulan tampak bulat sempurna.

  1. Fase Cembung Akhir (Wanning Gibbous)

Usai melewati fase full moon, bulan akan bergerak ke barat sehingga cahaya matahari sedikit tertutup oleh bumi. Akibatnya, bulan terlihat cembung bentunya (3/4 bagian bulan) dari bumi.

  1. Fase Kuartal (Third Quartal)

Pada fase ini, cahaya matahari menyinari setengah bagian bulan. Sehingga bulan terlihat setengah lingkaran jika dipandang dari bumi.

  1. Fase Bulan Sabit (Wanning Cresent)

Pada fase ini membuat bulan nampak seperi sabit. Pada fase ini, bulan sudah hampir mengitari bumi sebanyak satu putaran penuh. Usai melewati fase ini, bulan akan kembali ke posisi awal yakni new moon.

sartika