4 Perbedaan Campak Biasa dengan Campak Jerman

Penyakit campak merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini termasuk menular dan dapat mudah ditularkan melalui droplets atau percikan air liur.  Campak menular melalui udara saat ada pembawa virus yang batuk atau bersin. Bayi dan anak-anak rentan terhadap penyakit ini. Gejala campak pada bayi ditandai dengan demam tinggi, batuk, hingga mata tampak merah dan berair.

 

Perbedaan Campak Biasa dengan Campak Jerman

 

Jenis campak secara umum ada dua yaitu campak Rubella atau campak Jerman dan campak Rubeola atau biasa. Pemahaman parenting tentu sangat dibutuhkan saat bayi Anda sakit. Ada beberapa perbedaan yang tampak ketika salah satu campak tersebut menyerang tubuh bayi. Beberapa perbedaannya terletak pada:

 

1.     Masa Inkubasi Virus

 

Saat bayi terserang campak, kedua jenis campak akan memperlihatkan demam yang tinggi. Demam pada campak biasa akan mencapai 40 derajat Celcius, sedangkan bayi yang terkena campak Jerman akan demam lebih rendah yaitu sekitar 39 derajat Celcius.

Masa inkubasi dari campak biasa adalah delapan hingga 12 hari. Sedangkan masa inkubasi campak Jerman lebih lama yaitu 16 hingga 18 hari.

 

2.     Efek Pada Tubuh

 

Gejala campak pada bayi ketika terkena campak Jerman adalah adanya pembengkakan yang terjadi di belakang telinga atau pada leher, tepatnya di daerah kelenjar getah bening. Selain itu, bayi akan merasa kesakitan karena sendi-sendi pada lutut, tangan, dan pergelangan tangan akan terasa nyeri yang dapat berlangsung tiga hingga 10 hari.

Pada campak biasa, tidak ada pembengkakan seperti yang terjadi ketika terkena campak Jerman. Namun, gejala campak biasa agak lebih berat saat awal timbul seperti flu, sakit tenggorokan, batuk, mata merah, dan nafsu makan turun.

 

3.     Efek Pada Kulit

 

Salah satu ciri dari campak adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam pada campak Jerman hanya tampak di kulit sekitar satu hingga tiga hari. Sedangkan pada campak biasa, ruam merah akan bertahan lebih lama yaitu lima hingga tujuh hari.

Ilmu parenting mengajarkan kepekaan pada orangtua sehingga memahami gejala penyakit yang mirip seperti ini. Dengan demikian, penanganan bayi saat sakit dapat segera diobati dan tepat.

 

4.     Risiko Komplikasi

 

Campak Jerman pada bayi tidak terlalu berbahaya dibandingkan campak biasa. Campak biasa dapat menimbulkan komplikasi lain pada bayi seperti pneumonia, infeksi telinga, hingga risiko terkena radang otak.

Namun, campak Jerman sangat cepat menular apabila yang terkena campak adalah si ibu. Saat ibu mengandung terkena campak Jerman, dia dapat menularkan penyakit tersebut pada bayinya. Risiko terbesar adalah keguguran. Apabila bayi lahir, maka ada risiko lain pada bayi seperti terkena penyakit jantung, cacat bawaan yang menyerang indera pendengaran atau penglihatan, hingga risiko terkena autisme.

Gejala campak pada bayi perlu diwaspadai. Oleh karena itu, ilmu parenting sangat penting terutama untuk kepekaan terhadap keamanan dan kesehatan anak. Anda sebaiknya segera memberikan vaksin campak sesuai dengan jadwal pemberian vaksin agar terhindar dari penyakit ini.

Deolinda