Tata Cara Aqiqah Anak yang Sudah Besar. Adakah Batas Umurnya?

Aqiqah Ketika Sudah Dewasa - Suara Muhammadiyah

 

Aqiqah biasanya memang dilaksanakan saat anak baru lahir. Tetapi, pada realitanya tidak seluruhnya orangtua sanggup melakukan aqiqah yang memerlukan biaya yang cukup banyak. Apa lagi jika anak yang lahir lelaki, di mana perlu dua ekor kambing untuk pelaksanaan aqiqah. Nah, bila kondisinya semacam ini, kemungkinan beberapa orang bertanya, lantas apakah bisa lakukan aqiqah saat anak telah besar ataupun waktu keadaan keuangan orang tuanya telah memberikan dukungan? Ada beragam opini ulama tentang ini:

1. Melalui hari ketujuh, kewajiban orangtua mengaqiqahi anak dianggap gugur

mazhab Malikiyah memiliki pendapat jika peluang orangtua mengaqiqahi anak jika sudah melalui hari ketujuh saat kelahiran akan dipandang luruh.

2. Sepanjang anak belum baligh, aqiqah bisa dilaksanakan

Berlainan dengan pendapat di atas, kelompok Syafi’iyah yakini jika aqiqah anak ini bisa dilaksanakan sepanjang anak belum capai umur baligh, yakni jika anak wanita alami menstruasi dan anak lelaki alami mimpi basah. Selanjutnya, Imam as-Syafii menjelaskan jika aqiqah terlambat sampai anak capai baligh, karena itu luruh telah tanggung-jawab orangtua mengaqiqahinya.

3. Anak bisa mengaqiqahi diri kita

Ada opini lain mengenai tata langkah aqiqah anak yang telah besar, ini berkaitan kemauan mengaqiqahi diri kita jika rupanya ketika telah dewasa dia belum diaqiqahi orang tuanya. Beberapa ulama menjelaskan jika sang anak telah dewasa dan mapan dari sisi keuangan, karena itu ditegaskan dia mengaqiqahi diri kita. Ini seperti hadis yang mengatakan tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, berikut bunyi hadis itu:

“Tiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih di hari ke-7 , dicukur, dan dinamakan.”, diriwayatkan Imam Ahamd, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu dengan sanad yang shahih.

Selainnya hadis di atas, ada juga hadis yang memberikan dukungan opini jika anak bisa mengaqiqahi diri kita saat dewasa, berdasar apa yang sudah dilakukan Nabi Muhammad saat baru diutus jadi Nabi. Disebut jika Rasulullah mengaqiqahi dirinya.

Tetapi ada pula opini yang lain tidak mengharuskan anak mengaqiqahi diri kita karena aqiqah sebenarnya ialah beribadah yang ditujukan ke orangtua. Bila aqiqah belum dikerjakan, sunnah aqiqah tidak luruh, walau anaknya telah baligh. Apabila orangtua telah sanggup melakukan aqiqah, karena itu lebih disarankan orang tuanya untuk mengaqiqahi anaknya itu.

Makna dari Aqiqah

Tidak ada beribadah yang tidak memiliki kandungan makna didalamnya, begitu halnya aqiqah. Makna dari aqiqah benar-benar banyak, berikut salah satunya:

  • Beribadah ini dipandang seperti usaha jalankan sunnah dan panutan dari Nabi Muhammad
  • Aqiqah bisa “melepaskan” anak dari ketergadaian
  • Aqiqah dipandang bisa membuat perlindungan anak dari setan
  • Anak yang telah diaqiqahi akan memperoleh rida dan bantuan Allah
  • Beribadah ini sebagai salah satunya usaha menghindari anak dari terburukan, kesengsaraan, bencana, dan beberapa hal yang karakternya negatif lainnya
  • Aqiqah menjadi usaha mendekatkan kepada Allah
  • Beribadah aqiqah dilaksanakan sebagai wujud rasa sukur atas kedatangan si buah hati
  • Beribadah ini dapat memperkuat tali bersilahturahmi antara anggota warga dan keluarga melalui makanan daging aqiqah yang dibagi.

Itu deretan info tentang tata langkah aqiqah, komplet dengan persyaratan kambing aqiqah dan bagaimana tata langkah aqiqah anak yang telah besar. Mudah-mudahan menolong ya!