Tips Merawat Batu Alam Dinding Supaya Tetap Awet

Batu alam dinding saat ini marak digunakan untuk menambah estetika rumah. Penggunaannya diletakkan pada sisi dinding dalam atau luar rumah. Seperti yang banyak diketahui, bahwa di dinding rumah itu bisa dibuat berkesan dengan memakai aksen tambahan berupa wallpaper, keramik, batu alam. Dari sekian jenis elemen, pamor batu alam lagi tinggi. Alasannya kesan dekoratif, elegan, dan estetika tiada yang menandingi. Karena berbagai corak dan warna ditemukan pada elemen dekorasi dinding tersebut.

Dinding dari berbagai tipe rumah seperti tradisional, rustic, mediterania dan minimalis sangat cocok memakai elemen dari batu. Jadi pemilik rumah tak perlu khawatir si batu tersebut tidak akan membuat tampilan tumpang tindih. Asalkan dipasang oleh ahlinya akan tampak hasil akhir yang indah.

Batu alam dinding saat dipakai untuk dekorasi mampu menghasilkan kekuatan dan daya tahan yang tidak mampu tertandingi. Meskipun begitu perawatan tepat perlu dilakukan. Supaya batu tetap enak dipandang mata. Bagaimana cara perawatannya? Ikuti tahapannya berikut ini:

  1. Coating Perlu Ditambahkan Untuk Jenis Batu Dengan Pori Besar

Batu itu mudah sekali terpapar oleh debu. Debu akan melekat sehingga estetikanya bisa berkurang. Karena efek tersebut dinding batu jadi sulit dibersihkan. Maka dengan tambahan coating, partikel debu menjadi mudah dibersihkan dalam sekali usap saja. Tetapi ada hal penting yang harus diingat. Batu alam itu banyak jenisnya, yang paling umum dipakai berupa sandstone dan andesit. Keduanya mempunyai perlakuan beda saat pembersihan.

Jenis sandstone dapat dibersihkan memakai bubuk deterjen. Kalau andesit hanya boleh dibersihkan pakai sikat plastik dan air. Setelah kedua jenis batu selesai dibersihkan. Lapisi kembali supaya diperoleh perlindungan maksimal dari kotoran. Yang paling penting hindari penggunaan bahan kimia keras. Karena dapat merusak warna asli dari batu.

  1. Jenis dan Cara Memberi Lapisan Pelindung Perlu Diperhatikan

Supaya lapisan pelindung lebih kuat. Maka perlu diperhatikan jenis dari pelapisnya serta cara menggunakannya. Jenis sandstone lebih baik memakai pelapis warna natural atau doff. Lapisan dengan karakter tersebut dipercaya membuat tampilan warna batu tidak cepat pudar. Kalau tipe andesit sebaiknya gunakan pelapis yang basah. Supaya batu tetap terlihat bersih. Ketika memberikan pelapis pelindung pada dinding batu lebih baik saat panas. Alasannya penyerapan yang terjadi bisa maksimal.

  1. Jika Ada Batu Alam Yang Terlepas Segera Dipasang Kembali

Saat dinding rumah dihiasi dengan batu alam. Seiring berjalannya waktu ada saja yang terlepas. Ketika itu terjadi maka harus dilakukan penyambungan kembali. Kalau termasuk tipe sandstone, sebelum dipasang hendaknya direndam dahulu di dalam air. Jangan lupa buatlah garis di bagian belakang batu supaya daya rekatnya kuat. Ketika membuat garis, batu alam harus kering dahulu.

Sedangkan tipe andesit untuk bagian belakang lebih baik dipasangkan kawat. Karena kawat mampu menahan batu andesit yang umumnya berukuran besar. Nah, saat dilakukan proses pemberian semen dan suatu ketika lepas. Maka batu tidak cepat jatuh.

  1. Pemasangan Batu Disesuaikan Dengan Jenis Ruangnya

Batu alam memang memberikan estetika lebih baik. Meskipun begitu perawatan intensif perlu dilakukan. Supaya tampilan selalu tahan lama dan enak dipandang. Sehingga tipe batu alam untuk interior dan eksterior berbeda. Contohnya saja area eksterior pakai andesit, paras Jogja. Sedangkan bagian interior memakai jenis marmer, granit.

Beberapa tips di atas semoga dapat membantu Anda saat memilih batu alam sebagai finishing dinding rumah. Meskipun berupa batu tetap diperhatikan kebersihannya. Karena berpengaruh besar pada keawetan batu dan menghemat pengeluaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *